Kamis, 03 Januari 2013

DUSTA2 DAN KEBOHONGAN PERISTIWA 911 WTC 2001..>>>......Rencana Dibalik Layar dan Fakta Nyata Tragedi 9 September 2001: Bom dan ‘Thermite‘ Runtuhkan WTC,..>> The plan: As Schmidle describes, Helo one was to hover over the yard, drop two fast ropes, and let all twelve SEALs slide down into the yard. Helo two would fly to the northeast corner of the compound and let out Ahmed, Cairo, and four SEALs, who would monitor the perimeter of the building. The copter would then hover over the house, and James and the remaining six SEALs would shimmy down to the roof. As long as everything was cordial, Ahmed would hold curious neighbors at bay. The SEALs and the dog could assist more aggressively, if needed. Then, if bin Laden was proving difficult to find, Cairo could be sent into the house to search for false walls or hidden doors. ....>> Ao Who is the real victim?....>>>..The plan: As Schmidle describes, Helo one was to hover over the yard, drop two fast ropes, and let all twelve SEALs slide down into the yard. Helo two would fly to the northeast corner of the compound and let out Ahmed, Cairo, and four SEALs, who would monitor the perimeter of the building. The copter would then hover over the house, and James and the remaining six SEALs would shimmy down to the roof. As long as everything was cordial, Ahmed would hold curious neighbors at bay. The SEALs and the dog could assist more aggressively, if needed. Then, if bin Laden was proving difficult to find, Cairo could be sent into the house to search for false walls or hidden doors. ...>>> SUKSES...BESAARR......SO THE GREAT SUCCESS......????>>>> AND THE LIARS...AND THE CRIMINALS OF THE PUBLIC AND HUMANS NEING...HAVE... A BIG DRAMA OF SUCCESS....??? >>..Pihak AS dan Israel telah mengetahui peristiwa ini akan terjadi, beberapa pembajak pesawat masih hidup, para saksi mata melihat dan mendengar rentetan ledakan saat gedung roboh, ribuan arsitek dan insinyur menolak gedung tinggi menjulang ini dapat roboh rata dengan tanah, satu bangunan lagi WTC-7 roboh tanpa banyak yang tahu, sisa bangunan langsung diangkut dari lokasi kejadian, tak boleh ada penyelidikan independen, penghapusan barang bukti, tak ada “serangan” lainnya hingga detik ini. Apakah Osama bin Laden pelakunya? ..>>>...Setidaknya ada 7 orang pria yang disebut-sebut sebagai pembajak ternyata masih hidup, sementara satu orang telah meninggal sebelum tahun 2001. Rekaman Video bin Laden yang ditayangkan di televisi terbukti kepalsuannya dan kata-kata dalam video tersebut sengaja diterjemahkan dengan salah ke dalam bahasa Inggris...>>>...Mengapa pesawat F-16 AS tidak melakukan tindakan pencegahan terhadap pesawat yang “dibajak”? Mengapa Dick Cheney menghalang-halangi penyelidikan FBI dan CIA? William Rodriguez, seorang pemadam kebakaran yang selamat dari runtuhnya WTC mengatakan: “Jika ternyata pemerintah AS membohongi warganya mengenai peristiwa 11 September, maka harus ada yang bertindak untuk mengungkap kebenaranya.”...>>>...Dua gedung WTC yang roboh pada pagi hari membuat warga New York merasa ngeri, lalu pihak berwajib menyuruh warga untuk pulang ke rumah agar penyelidikan yang dilakukan pihak berwajib dapat berjalan lebih leluasa. Namun pada petang hari, satu gedung lagi telah roboh dan anehnya, tanpa ditabrak pesawat, yaitu gedung WTC-7 atau yang dikenal pula dengan nama Building-7...>>...Terlihat juga bahwa gedung kembar WTC dan Building-7 runtuh karena ledakan penghancuran gedung (demolition) seperti yang dipakai untuk merubuhkan bangunan tua atau bangunan yang sudah tak terpakai. Ini terbukti dari video yang memperlihatkan ketiga gedung roboh seperti tanpa adanya tekanan ke atas oleh bahan bangunan dan beton, alias seperti “terjun bebas” mirip penghancuran gedung tua. Ditambah pula oleh puluhan kesaksian warga yang mendengar langsung secara dekat bahwa pada saat gedung roboh terdengar rentetan ledakan, bum bum bum bum bum… mirip sekali dengan peledakan gedung tua (demolition) yang ditiap lantai gedung itu sudah ditanam explosive terlebih dahulu....>>....Pernyataan saksi-saksi itu diperkuat oleh video-video disaat ketiga gedung tersebut roboh secara free fall (terjun bebas) alias tanpa tekanan keatas oleh material bangunan yang menurut ribuan arsitek dan insinyur adalah benar-benar tak masuk akal. Hal ini terlihat pada beberapa jendela gedung terjadi ledakan persis dibawah lantai yang roboh terlebih dahulu dan berlangsung begitu cepat! Perlu dicatat bahwa Gedung kembar tertinggi di dunia WTC, rontok roboh terjun bebas dengan waktu hanya sekitar 10 detik saja! Sedangkan gedung WTC-7 rontok roboh terjun bebas hanya dalam waktu 6,5 detik! Wow!....>>> PRESIDEN2 AMERIKA SERIKAT DAN PARA PENDUKUNG TERMASUK MASS MEDIA MAINSTREAM YANG MEMPROVOKASI...TENTANG TEROR SECARA SISTIMATIS DAN MENDUKUNG DAN MENGOBARKAN PEPERANGAN DAN INVASI KEPADA IRAQ-AFGHANISTAN DAN NEGARA2 MUSLIM LAINNYA DI DUNIA...SEMUANYA MEREKA HARUS BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP KORBAN2 KEMANUSIAAN DAN HANCURNYA SITUS2 SEJARAH AKIBAT PEPERANGAN YANG DITIMBULKAN SERTA KORBAN2 YANG TAK TERHITUNG JUMLAHNYA... ITU... >>> MEREKA PARA KRIMINAL INTERNASIONAL TERSEBUT TERMASUK PASUKAN2 DAN POLITISI EROPA-NATO-ISRAEL...HARUS DIHUKUM DAN HARUS MEMBAYAR SEGALA GANTI RUGI DAN PAMPASAN PERANG YANG DIAKIBATKAN DARI KEKEJIAN DAN KEBERUTALAN KRIMINAL PASUKAN AS DAN EROPA...TERHADAP MASYARAKAT DAN NEGARA2 MUSLIM DISELURUH DUNIA....TERLEBIH KHUSUS BAGI RAKYAT DAN BANGSA AFGHANISTAN DAN IRAQ...>>> SEKJEN PBB DAN SEMUA MEREKA YANG MENDUKUNG PERANG TEROR ADALAH JELAS PERBUTAN KRIMINAL INTERNASIONAL DAN KRIMINAL TERHADAP KEMANUSIAAN..>> SEMOGA KEADILAN SEGERA DAPAT DITEGAKKAN DENGAN BENAR DAN SEJUJURNYA...>>> .



[BAHAS TUNTAS] 

August 2, 2011

Who’s Who in the Osama bin Laden Raid


schmidle-map.jpg
In this week’s magazine, Nicholas Schmidle describes the mission to get Osama bin Laden. The names of the covert operators in the story were changed to protect their identities. To help you keep track of who’s who, here is a quick guide to the players and the plan. You can also poke around our interactive annotated map of the compound (above), available only through our iPad app.

The organizations:
Naval Special Warfare Development Group: A part of the Navy SEALs that is also known as DEVGRU or Team Six.
Red Squadron: One of four squadrons in DEVGRU.

The players:

Leon Panetta: The director of the C.I.A. until July 1st, when he became the Secretary of Defense. In August, 2010, Panetta told President Obama that C.I.A. analysts had reason to believe that bin Laden’s courier—and potentially bin Laden—was in the large, concrete compound in Abbottabad.

Vice-Admiral Bill McRaven: The SEAL in charge of the Joint Special Operations Command, whom Panetta contacted in late 2010, after receiving an order from the President “to begin exploring options for a military strike on the compound.”

“Brian”: A JSOC official and former DEVGRU deputy commander with “the all-American look of a high-school quarterback,” whom McRaven asked to put together a raid plan. In February, 2011, Brian “moved into an unmarked office on the first floor of the C.I.A.’s printing plant, in Langley, Virginia,” and began work with “half a dozen JSOC officers.” They “were formally attached to the Pakistan/Afghanistan department of the C.I.A.’s Counterterrorism Center, but in practice they operated on their own.”

“James”: Commander of Red Squadron. “A broad-chested man in his late thirties,” James “does not have the lithe swimmer’s frame that one might expect of a SEAL—he is built more like a discus thrower.” Along with Mark, he was one of the first two people from the squadron that Brian let in on the operation.

“Mark”: The master chief petty officer of DEVGRU’s Red Squadron. Along with Brian and James, he “spent the next two and a half weeks considering ways to get inside bin Laden’s house,” then selected a team of two dozen SEALs from Red Squadron and brought them to North Carolina, on April 10th, to train. Initially, “none of the SEALs, besides James and Mark, were aware of the C.I.A. intelligence on bin Laden’s compound.”

“Ahmed”: A Pakistani-American translator who was pulled from a desk job for the mission.
Cairo: A Belgian Malinois (which is, for non dog-lovers, a dog).

“Crankshaft”: The name that JSOC had given bin Laden.

The timing:

The moon: The team had a several-day window when there would be “virtually no moonlight over Abbottabad—the ideal condition for a raid. After that, it would be another month until the lunar cycle was in its darkest phase.”
Weather: On the first night, April 30th, that the attack could have been carried out, there was excessive cloud cover.
Leaks: Although waiting until the next dark phase of the lunar cycle would give the C.I.A. more time to insure that bin Laden was inside the compound, it would also increase the risk of a leak, “which would have upended the thing,” Ben Rhodes, a deputy national-security adviser, told Schmidle.

The equipment:

Two MH-60 Black Hawk helicopters, named helo one and helo two.
Four MH-47 Chinooks, some of which President Obama requested at the last minute so that he could feel assured that the Americans could “fight their way out of Pakistan” if necessary. Two were outfitted with a pair of M134 Miniguns; one carried fuel bladders.
The SEALs carried CamelBaks, for hydration; gel shots, for endurance; laminated maps of the compound; booklets with photographs and physical descriptions of the people suspected of being inside; and an M4 rifle or Heckler & Koch MP7, according to their choice.

The teams:
In helo one: Mark and eleven other SEALs.
In helo two: James, ten other SEALs, Ahmed, and Cairo.

The plan:
As Schmidle describes,
Helo one was to hover over the yard, drop two fast ropes, and let all twelve SEALs slide down into the yard. Helo two would fly to the northeast corner of the compound and let out Ahmed, Cairo, and four SEALs, who would monitor the perimeter of the building. The copter would then hover over the house, and James and the remaining six SEALs would shimmy down to the roof. As long as everything was cordial, Ahmed would hold curious neighbors at bay. The SEALs and the dog could assist more aggressively, if needed. Then, if bin Laden was proving difficult to find, Cairo could be sent into the house to search for false walls or hidden doors.
But that’s not quite how it went down. Read the piece for the full play-by-play.
Diagram courtesy of U.S. Department of Defense.
http://www.newyorker.com/online/blogs/newsdesk/2011/08/whos-who-in-the-osama-bin-laden-raid.html

 

Dibalik Layar: Fakta Nyata Tragedi WTC 9/11 Telah di Rakayasa!

3 building collapse 911

 

Rencana Dibalik Layar dan Fakta Nyata Tragedi 9 September 2001:

Bom dan ‘Thermite‘ Runtuhkan WTC,
Bush dan Bin Laden “Saudara Angkat” ?

 

Pihak AS dan Israel telah mengetahui peristiwa ini akan terjadi, beberapa pembajak pesawat masih hidup, para saksi mata melihat dan mendengar rentetan ledakan saat gedung roboh, ribuan arsitek dan insinyur menolak gedung tinggi menjulang ini dapat roboh rata dengan tanah, satu bangunan lagi WTC-7 roboh tanpa banyak yang tahu, sisa bangunan langsung diangkut dari lokasi kejadian, tak boleh ada penyelidikan independen, penghapusan barang bukti, tak ada “serangan” lainnya hingga detik ini. Apakah Osama bin Laden pelakunya?


Seperti kita ketahui peristiwa ini sudah lama terjadi, namun berbagai bukti baru mulai terkuak. Seakan-akan penyelidikan tentang peristiwa tragis ini tak ada habisnya.

Selama inipun artikel mengenai 9/11 belum tuntas dibahas oleh kami, karena kami masih mengumpulkan bukti-bukti konkrit yang terus dan terus-menerus berkembang dan semakin terkuak. Seperti biasanya, Indo Crop Circles selalu menyajikan artikel dengan ciri khas dan caranya sendiri, berbeda dengan artikel yang lainnya walau mungkin mirip.

 

AMERIKA SERIKAT – Sebuah ulasan radio yang membahas mengenai tabrakan pesawat di Mesir pada tahun 1999 membuat orang heran.

Ulasan radio tersebut tampak seperti sebuah upaya untuk mendoktrin para pendengar agar mempercayai bahwa umat Muslim akan bersedia melakukan tindakan bunuh diri dengan menabrakkan pesawat jet yang sarat penumpang.

Warna biru dari langit kota New Jersey terlihat sangat cerah pada tanggal 11 September 2001, saat tiba-tiba telepon Karin Freidemann berdering. Dari ujung telepon, sang suami langsung memintanya untuk menghidupkan pesawat televisi.

Setelah Freidemann menyalakan televisinya dan melihat api membumbung tinggi ditambah dengan ledakan, seketika itu juga ia menyadari bahwa yang ia saksikan di televisi tersebut merupakan sebuah rekaman profesional yang sengaja dibuat untuk kepentingan televisi.

Ketika itu ia menyaksikan tayangan di televisi yang menunjukkan pengulangan tanpa henti dari rekaman yang di dramatisir tersebut.

Karen langsung menangkap bahwa hal tersebut merupakan upaya pemerintahan Bush untuk menghipnotis pemirsa AS dengan sederet nama yang dimunculkan tanpa adanya penyelidikan serius sebelumnya.

 

Sebuah pemberitaan konyol juga menyebutkan bahwa Mohammad Atta meninggalkan sebuah catatan yang ditulis tangan di sebuah bandara. Catatan tersebut dibuka dengan tulisan “Atas nama Allah, keluarga saya dan diri saya”.

Konyol sekali, tidak ada Muslim yang mempergunakan susunan kata seperti itu. Jika dicermati, selama bertahun-tahun setelah gedung WTC runtuh, tidak pernah ada lagi serangan serupa di tanah AS.

Usamah bin Laden pernah mengatakan kepada para punggawa Taliban bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat dalam serangan di AS. Bin Laden mungkin telah melakukan banyak hal, namun dia tidak pernah dikenal sebagai seorang pembohong. Demikian keterangan dari perwakilan Taliban Mullah Abdul Salam Zaeef kepada sebuah surat kabar.

Zaeef kemudian ditangkap AS, namun anehnya, bukannya dihadirkan sebagai bukti melawan Bin Laden di pengadilan, Zaeef malah dijebloskan ke Guantanamo. Kini, Zaeef berstatus tahanan rumah di kota Kabul.
Peristiwa tragis yang menghebohkan dunia ini juga membuat Jesse Ventura penasaran. Jesse Ventura adalah mantan Navy Seal dan ahli juga dalam bidang penghancuran gedung (demolition), keahlian yang di dapat kerena pengalamannya saat perang Vietnam.

WTC runtuh secara “free fall” dan menjadi debu?

Pihak pemerintah AS selalu menolak bertemu Jesse yang ingin bertanya tentang banyak hal mengenai tragedi 911. “Masih banyak pertanyaan dari jawaban yang di dapat”, jelas Jesse.

Misalnya, mengapa gedung yang menjulang itu roboh secara terjun bebas (freefall) tanpa adanya daya dorong beton dan baja tebal dibawahnya?

Aneh jika gedung yang sangat tinggi bahkan tertinggi di NewYork itu roboh lalu rata dengan tanah hanya dengan waktu 10 detik!, iya 10 detik! dan iya, rata dengan tanah tanpa sisa tingkatan!

Energi apa yang membuat semen dapat hancur menjadi debu? Mengenai gedung kembar WTC, Jesse tak percaya jika sebuah gedung roboh begitu saja dan menjadikan semen dan beton jadi debu pada saat “terjun bebas”.

 

Bahkan saat di wawancara dalam sebuah tayangan TV Fox, Jesse berdebat dengan seorang anchor dan membuat ia meninggalkan Jesse dan studio sat terdesak oleh argumen yang dilontarkan Jesse Ventura mengenai tragedi 911 ini. (lihat video)

Dalam video Jesse Ventura (ada dibawah halaman) tentang 9/11 Pentagon, disimulasikan pula dengan sebuah simulator pesawat yang sebelumnya telah diprogram, lalu dikendalikan oleh seorang pilot berpengalaman. Sang pilot yang telah berpengalaman itu pun tak bisa menabrakkan pesawatnya ke Pentagon dengan sangat rendah dan tepat namun dengan kecepatan minimal 500 km / jam. (liaht video Jesse Ventura dibawah halaman)

“Sesuatu yang tak mungkin!!” , ujar sang pilot. Apalagi jika keadaan dan keahlian seperti ini dikendalikan oleh seorang pilot amatir yang hanya beberapa kali mencoba simulator pesawat terbang dan disinyalir sebagai pelaku serangan teroris tersebut.

Kejanggalan – Kejanggalan Tragedi 9/11 Lainnya:

Israel Sudah Tahu Sebelum Kejadian

 

Kejanggalan lainnya, pada tanggal 18 September 2001, sebuah harian Israel melaporkan bahwa ada seorang pejabat negara Israel yang sebelum tanggal 9 memberikan peringatan kepada Washington.

Ia memperingatkan mengenai akan adanya sebuah serangan “teroris” besar-besaran di tanah AS, pejabat tersebut juga secara spesifik mengaitkan plot serangan tersebut dengan bin Laden.

wtc 911 mossad
Film Mirip Tragedi 9/11 Telah Ditayangkan 6 Bulan Sebelum Tragedi

Bahkan 6 bulan sebelum tragedi ini terjadi, sebuah tayangan film mengenai rencana sekelompok orang yang ingin menabrakkan pesawat komersil ke menara kembar WTC telah ditayangkan di TV Amerika.

Film tersebut berjudul “The Lone Gunmen“, diperlihatkan pada film itu, pesawat komersil yang sedang “dibajak” dengan cara “mengunci” sistim kemudi pilot pesawat itu ke arah gedunng WTC.


Cuplikan film The Lone Gunmen, terlihat pesawat komersil akan menabrak gedung WTC

Bedanya, di film tersebut peristiwa dilakukan pada malam hari dan akhirnya pesawat dapat dikendalikan lagi namun nyaris menabrak gedung kembar tersebut.

Film itu ditayangkan oleh FOX TV pada tanggal 4 Maret 2001 atau sekitar 6 bulan sebelum tragedi 9/11 terjadi! (lihat video cuplikannya disini)

Foto & Video Palsu dan beberapa Pembajak Pesawat Masih Hidup

 
Beberapa fakta lain tentang tragedi ini kembali menyudutkan pemerintahan AS.

Terbukti bahwa beberapa foto yang ditampilkan di layar kaca adalah foto palsu.

Setidaknya ada 7 orang pria yang disebut-sebut sebagai pembajak ternyata masih hidup, sementara satu orang telah meninggal sebelum tahun 2001.

Rekaman Video bin Laden yang ditayangkan di televisi terbukti kepalsuannya dan kata-kata dalam video tersebut sengaja diterjemahkan dengan salah ke dalam bahasa Inggris.

Presiden AS George Bush Jr Tahu Lebih Dulu

Terungkap pula bahwa Bush sudah mengetahui akan adanya serangan pada tanggal tersebut. Kala itu, Bush hendak meninggalkan hotel. Seorang wartawan memergoki kepala staf Gedung Putih, Andy Card membisikkan sesuatu di telinga Bush.

UNITED STATES, Sarasota : US President George W. Bush has his early morning school reading event interrupted by his Chief of Staff Andrew Card (L) shortly after news of the New York City airplane crashes was available in Sarasota, Florida. (Paul J. Rrichards/Agence France-Presse)

Ketika para wartawan bertanya kepada Bush, “apakah anda tahu apa yang terjadi di New York?” Bush menjawab bahwa dirinya sudah tahu dan akan mengatakan sesuatu mengenai hal tersebut nanti.
Pernyataan ini bertentangan dengan pernyataan Bush sendiri yang dikeluarkan dalam dua kesempatan yang berbeda.

Saat itu dia menyebutkan bahwa dirinya mengetahui peristiwa di New York dari siaran televisi diluar sebuah ruang kelas saat dia hendak berbicara mengenai masalah pendidikan dihadapan sekelompok pelajar anak-anak di Florida.

Padahal, Bush jelas tidak mungkin melihat siaran televisi pada hari itu, karena tidak ada rekaman yang beredar di televisi hingga keesokan harinya.

Bush juga sama sekali tidak merasa terkejut ketika diberitahu bahwa pesawat kedua menabrak menara WTC sebelah selatan dan bahwa AS sedang dalam serangan, Bush justru dengan santai membacakan cerita mengenai sebuah kambing peliharaan selama lebih dari lima menit.

Zionist Yahudi Terlibat

Selain Bush, Yahudi juga terlibat dalam konspirasi besar 11 September. Ketika terjadi peristiwa 11 September, dilaporkan bahwa sekitar 4.000 karyawan Yahudi secara serentak tidak masuk kerja.

 

Sehingga mereka semua selamat dan tidak ada korban Yahudi dalam peristiwa tersebut.

Tak kalah mirisnya adalah ketika pesawat menabrak gedung kedua, terlihat oleh warga New York, beberapa kelompok Yahudi Isreal justru bersorak gembira dan membuat muak warga New York.

Akhirnya beberapa warga New York yang melihat reaksi mereka tersebut melaporkannya ke pihak kepolisian.

Maka kelompok itu akhirnya ditangkap pihak kepolisian kota New York untuk dimintai keterangan, namun karena tak ada bukti kriminal akhirnya mereka dilepaskan kembali. Ini artinya bahwa serangan tersebut telah direncanakan dan telah diketahui pihak Israel.

Kenyataan itu diperkuat oleh pakar turunan dari Israel dan juga seorang mantan tentara di angkatan laut, Dr Alan Sabrosky. Ia menyatakan bahwa serangan 11 September atau lebih dikenal dengan 9/11 itu memang melibatkan Israel! (lihat video)

Laporan Inteligen Adalah Karangan CIA

George Bush at ground zero – As rescue efforts continue in the rubble of the World Trade Center, President Bush puts his arms around firefighter Bob Beck while standing in front of the World Trade Center debris during a tour of the devastation, Friday September 14, 2001. Bush is standing on a burned fire truck. Mayor Rudolph Giuliani said 4,763 people have been reported missing in the devastation of the World Trade Center. (Doug Mills/The Associated Press)

Seorang mantan agen rahasia CIA menyatakan bahwa Departemen Pertahanan AS menyampaikan laporan intelijen karangan mereka sendiri untuk dijadikan pembenar dan alat untuk memulai perang.

Analis politik, Eric Margolis menulis, “Ahli-ahli” seperti mereka memberikan pernyataan mewakili Gedung Putih, dan mereka semua salah besar.

“Yang luar biasa, banyak keterangan salah tersebut masih mengudara hingga saat ini, sehingga masyarakat terus dijejali dengan kabar bohong,” tulis Eric Margolis seorang analis politik..

Seorang pria yang sembilan orang anaknya tewas ketika rumahnya dibom tentara AS mengatakan: “Telah terjadi banyak pertempuran antara AS dan Taliban, AS mengklaim bahwa mereka mencari Usamah bin Laden, walaupun semua orang tahu bahwa dia tidak ada di negara ini.”

Nama bin Laden Hanya ‘Kambing Hitam’

 

Pihak pentagon sudah sejak lama mempergunakan nama bin Laden untuk membenarkan penempatan kapal perang dan kapal selam di lepas pantai Pakistan.

Juga, menculik dan menganiaya tahanan berdasarkan kabar burung tanpa bukti nyata, dan menguji pesawat tempur tanpa awak seperti Predator serta ledakan bom pelacak suhu badan di kawasan pemukiman penduduk tidak bersenjata.

Pemerintah AS menahan ribuan orang Muslim dan mendeportasi ratusan orang Muslim. Walaupun tidak satupun dari mereka yang terkait dengan tindak kekerasan.

Pemerintah AS Menghalangi Penyelidik Independent

Pada bulan Februari 2009, Beverly Eckert, yang menjadi janda setelah peristiwa 9/11 – suaminya tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat setelah dia menyampaikan pendapatnya mengenai penyelidikan 9/11 kepada Presiden Obama.

Eckert melayangkan tuntuntan kepada pemerintah federal karena memaksakan kesaksian mengenai kejadian pada hari tersebut.

Dia membentuk sebuah komite yang menyelidiki mengapa, misalnya, pada pagi hari tanggal 11 September, para pejabat tinggi Pentagon membatalkan penerbangan mereka karena alasan keamanan?

 

Mengapa pesawat F-16 AS tidak melakukan tindakan pencegahan terhadap pesawat yang “dibajak”? Mengapa Dick Cheney menghalang-halangi penyelidikan FBI dan CIA?

 

William Rodriguez, seorang pemadam kebakaran yang selamat dari runtuhnya WTC mengatakan:

 

“Jika ternyata pemerintah AS membohongi warganya mengenai peristiwa 11 September, maka harus ada yang bertindak untuk mengungkap kebenaranya.”


Hanya Dua Pesawat Membuat Tiga Gedung Roboh?

 

Dua gedung WTC yang roboh pada pagi hari membuat warga New York merasa ngeri, lalu pihak berwajib menyuruh warga untuk pulang ke rumah agar penyelidikan yang dilakukan pihak berwajib dapat berjalan lebih leluasa.

Namun pada petang hari, satu gedung lagi telah roboh dan anehnya, tanpa ditabrak pesawat, yaitu gedung WTC-7 atau yang dikenal pula dengan nama Building-7.

Hampir semua warga AS tak tahu kejadian ini karena area tempat kejadian sudah sepi dari warga sipil dengan alasan keamanan, namun beberapa televisi swasta kemudian menyiarkan saat gedung tersebut roboh.
Pihak berwajib menyatakan bahwa Building-7 roboh akibat kebakaran yang hanya terjadi di beberpa lantai akibat adanya kebakaran alat-alat kantor!

Namun Asosiasi Arsitek AS yang terdiri dari ribuan insinyur dan arsitek AS menyangkal dan membantah mentah-mentah bahwa tidak mungkin hal itu bisa terjadi.

Lokasi WTC-7

Terlihat juga bahwa gedung kembar WTC dan Building-7 runtuh karena ledakan penghancuran gedung (demolition) seperti yang dipakai untuk merubuhkan bangunan tua atau bangunan yang sudah tak terpakai.

Ini terbukti dari video yang memperlihatkan ketiga gedung roboh seperti tanpa adanya tekanan ke atas oleh bahan bangunan dan beton, alias seperti “terjun bebas” mirip penghancuran gedung tua.

Ditambah pula oleh puluhan kesaksian warga yang mendengar langsung secara dekat bahwa pada saat gedung roboh terdengar rentetan ledakan, bum bum bum bum bum… mirip sekali dengan peledakan gedung tua (demolition) yang ditiap lantai gedung itu  sudah ditanam explosive terlebih dahulu.

Tampak sebuah gedung yang dihancurkan oleh peledakan, terlihat lantai dasarnya yang penuh dengan debu akibat proses penghancuran (demolition) mirip dengan robohnya WTC-7

Pernyataan saksi-saksi itu diperkuat oleh video-video disaat ketiga gedung tersebut roboh secara free fall (terjun bebas) alias tanpa tekanan keatas oleh material bangunan yang menurut ribuan arsitek dan insinyur adalah benar-benar tak masuk akal.

Hal ini terlihat pada beberapa jendela gedung terjadi ledakan persis dibawah lantai yang roboh terlebih dahulu dan berlangsung begitu cepat! Perlu dicatat bahwa Gedung kembar tertinggi di dunia WTC, rontok roboh terjun bebas dengan waktu hanya sekitar 10 detik saja! Sedangkan gedung WTC-7 rontok roboh terjun bebas hanya dalam waktu 6,5 detik! Wow!


Bukti foto ini memperlihatkan robohnya gedung WTC-7 (Building-7) akibat demolition atau perobohan gedung serta tampak reaksi termite pada gedung WTC-7 ini.


WTC-7 (Building 7) roboh secara “terjun bebas” (freefall) hanya dalam tempo 6,5 detik saja!


WTC-7 Collapsing – Video persamaan robohnya WTC-7 (kiri) dan robohnya beberapa gedung dengan sistim peledakan gedung tua (kanan). Tampak pada gambar keduanya roboh dengan efek “terjun bebas” (free fall) tanpa ada daya dorong dari konstruksi beton dan baja yang sama sekali tak terjadi pada gedung tersebut. Hal inilah yang membuat puluhan ribu pakar dan ahli dibidang arsitek dan insinyur memastikan serta membenarkan bahwa gedung WTC-7 roboh oleh cara yang sama dengan peledakan gedung (demolition)








Barang Bukti di Lokasi Kejadian Langsung Dibersihkan

Hanya selang 2 hari, hampir semua beton dan runtuhan gedung tersebut langsung dibersihkan. Pihak penyedilik dari berbagai akademisi tak boleh memasuki area kejadian! Hanya penyelidik pemerintah yang boleh memasuki area.

Puluhan truk kontainer telah mengangkut semua runtuhan yang dapat diselidiki sebagai barang bukti, tiba-tiba bersih.

Dan menurut beberapa saksi mata pengangkut dan pengemudi truk, bahan-bahan bekas beton dan lainnya tersebut akan diekspor ke Cina untuk di daur ulang.

Padahal, hal ini justru telah melanggar undang-undang negara Amerika Serikat sendiri, bahwa dalam proses penyelidikan, menghilangkan barang bukti dan sejenisnya dapat dijerat hukum negara dan merupakan suatu tindakan kriminal.

WTC Roboh Akibat Ledakan Bom

wtc 911 inside job jet fuel 

Gedung masa kini tak bisa roboh hanya karena ditabrak pesawat berbahan aluminium, dan beton gedung tak mungkin roboh hanya oleh kobaran bahan bakar pesawat.
Beton dan beton WTC telah dirancang sedemikian rupa dan dibuat tahan suhu tinggi jauh diatas dari suhu bahan bakar pesawat jika terbakar.
Banyak yang tidak percaya bahwa hanya dengan hantaman pesawat saja gedung yang kabarnya dibangun agar kuat terhadap bencana alam tersebut dapat roboh dalam waktu satu jam saja.
Menurut tulisan di 911hardfacts (2001) mengatakan bahwa baja dan besi yang digunakan untuk membangun WTC adalah material pilihan dan sangat kuat.


Tampak ledakan “controlled demolition” terlalu cepat diaktifkan dan terlihat isi lantai menyembur keluar jendela akibat peledakan (explosive) yang telah ditanamkan terlebih dahulu.

Beberapa ahli mengatakan bahwa besi baru dapat meleleh pada kisaran panas sebesar 2.795°F atau sekitar 1.535°C. Pelumeran tersebut juga membutuhkan waktu cukup lama.

Satu hal yang menjadi bahan pemikiran para ahli adalah setelah melakukan penghitungan secara sistematis, diketahui bahwa kurang lebih panas yang dihasilkan oleh meledaknya pesawat yang menabrak WTC tersebut sekitar 500°F atau sekitar 297,2° C.

Pertanyaannya, bagaimana bisa panas sebesar 500° F mampu melelehkan besi baja dalam waktu kurang dari satu jam?

Bukti baru video, seorang saksi mata dengan menggunakan video kamera saat berada di sekitar lokasi kejadian tanpa sengaja menangkap gambar sebuah truk jasa untuk penghancuran gedung (demolition) sedang lewat ditangah kota New York dekat lokasi kejadian.

Pertanyaannya, untuk apa truk tersebut melewati tengah kota New York? Apakah ada gedung tua ditengah kota New York yang akan diruntuhkan? Mengingat ini semua adalah controlled demolition, artinya “penghancuran gedung dari jarak jauh”, iya jarah jauh, controlled. (lihat video)

Bubuk Thermite Membantu Mempermudah Gedung WTC Roboh

Seorang profesor dari Brigham Young University, Utah bernama Steven E Jones menjelaskan hasil penelitiannya bahwa runtuhnya menara kembar WTC tersebut adalah disengaja. Dalam penelitiannya, Jones mengatakan bahwa hal yang dapat melumerkan besi baja dengan cepat adalah yang dinamakan thermite.

 

Thermite adalah komposisi pyrotechnic dari bubuk logam dan logam oksida yang dapat menghasilkan reaksi oksidasi-reduksi bernama reaksi thermite.

Dengan menggunakan thermite, maka besi atau baja dapat terbakar dan meleleh dengan cepat seperti mentega yang dipotong.

Hal yang dihasilkan oleh pembakaran thermite adalah asap berwarna putih, lelehan pijar api dan percikan api. Uniknya, semua itu muncul ketika sebelum dan sesudah WTC ditabrak oleh pesawat.


Terlihat bukti adanya reaksi termite pada gedung WTC sebelum akhirnya gedung tinggi tersebut roboh secara terjun bebas (free fall)

Selain penggunaan thermite, Jones juga mengemukakan teori lainnya yaitu pemotongan beberapa batang besi baja penyangga gedung di bagian bawah dan pemakaian bom. Pesawat terbang dalam hal ini hanyalah sebagai pengecoh perhatian saja.

Karena keberanian Jones membeberkan hasil penelitiannya, dia mendapatkan banyak dukungan dari berbagai kalangan yang sepakat mengatakan bahwa runtuhnya WTC adalah rekayasa pemerintah Amerika Serikat.

Uniknya, sampai sekarang belum terdapat penelitian secara resmi yang dilakukan oleh pemerintah Serikat untuk menganalisa bagaimana WTC dapat runtuh secepat itu dan Gedung 7 juga ikut runtuh walaupun tidak tersentuh oleh apapun.

Bagaimana reaksi termite yang dengan mudah dapat menghancurkan baja seperti layaknya pisau mengiris mentega? bisa lihat videonya disini.


Bukan Pesawat Yang Menabrak Pentagon
 
Seorang saksi-mata wanita yang sangat berani menyampaikan ke publik bahwa dirinya yakin tidak ada serpihan pesawat saat peristiwa pentagon 11 Septembar, wanita pemberani itu bernama April Gallop.

Pada hari itu ia baru saja masuk kerja sebagai tenaga magang di dalam Pentagon. Ketika itu anaknya masih kecil berusia 2 tahun, dan pada saat itu pula anaknya diajak ke tempat kerjanya di dalam Pentagon. Seperti biasanya di pagi hari itu, anaknya diletakkan dekat meja kerjanya yang ada sebuah komputer.

Saksimata peristiwa Pentagon, April Gallop saat diwawancarai oleh Jesse Vantura menyatakan dengan pasti bahwa bukan pesawat yang menghantam gedung Pentagon.

Disaat ia ingin menyalakan dengan menekan Power PC di komputernya, seketika ledakan besar itu terjadi dekat ruangannya.

Ia langung memeluk anaknya dan keluar dari tempat kerjanya alias keluar dari gedung Pentagon, uniknya ia justru keluar gedung melewati lubang ledakan tersebut!

Saat diluar ia tak melihat satupun serpihan pesawat, bahkan ia sempat khawatir apakah ledakan di Pentagon tersebut justru karena ia telah memencet tombol power di komputernya? Mungkinkah semua memang sudah direncanakan dengan perangkat elektronik pengendali jarak jauh?

Ia pun langsung terkenal dan diundang ke banyak stasiun media untuk menceritakan kesaksiannya yang menghebohkan tragedi 9/11 itu. Bahkan kesaksiannya dan pengalaman pribadinya itu membuat pakar conspirasi Jesse Ventura ikut mewawancarainya mengenai hal tersebut, dan ditayangkan pada seri 9/11 dalam episode The Pentagon.

Tak lupa pula Jesse mengingatkan si wanita itu untuk selalu menjaga dirinya dari agen pemerintah yang mungkin akan membunuhnya. (lihat kesaksian April Gallop: video-1video-2)

Pentagon Dihantam Missile

 

Setelah lebih dari 10 tahun, barulah beberapa ahli dibidang arsitek, milliter dan berbagai profesi lainnya mulai berani menyelidiki peristiwa WTC dan Pentagon secara individu.

Ada pula diantara mereka para keluarga korban dan pihak individu lainnya mulai membuat suatu badan penyelidik independen.

Organisasi-organissai sosial tersebut semakin menjalin hubungan baik diantaranya, dan teka-tekipun semakin terkuak karena semakin banyaknya barang bukti berupa berkas, foto dan juga video.

Banyak penjelasan-penjelasan dan bukti kongkrit bahwa gedung Pentagon sebenarnya dihantam oleh missile, silahkan cari sendiri di youtube.

Jadi perlu DITEGASKAN bahwa yang menabrak Pentagon bukanlah pesawat, tapi yang menabrak Pentagon adalah sebuah MISSILE! (lihat bukti video hasil penyelidikan pakar)


Terlihat missile menghantam Pentagon saat 9/11


Jenis rudal penghancur yang menghantam Pentagon saat 9/11 ini adalah senjata yang sangat dirahasiakan dan tak pernah dipublikasikan oleh pihak militer AS


 

Tampak pada animasi diatas, rudal (missile) menghantam gedung Pentagon seperti yang dilaporkan oleh April Gallop. Gambar sebelah kiri dengan kecepatan normal dan gambar sebelah kanan dengan efek yang diperlambat (slow motion).

Sang peng-upload di Youtube mengakui bahwa video ini selalu di hapus oleh pihak Youtube, namun ia berkali-kali selalu meng-upload kembali. Oleh karenanya beberapa anggota Youtube men-downloadnya dan membuat copy video ini dan beramai-ramai meng-uploadnya kembali. Hal tersebut membuat pihak Youtube kewalahan dan akhirnya video bukti tersebut tetap ditayangkan.

Puluhan Saksi-saksi Mata Tragedi 9/11 Tewas Secara Misterius

Tidak sedikit saksi-saksi mata ditempat kejadian yang mati secara misterius. Jumlah pastinya tak terhitung, namun diperkirakan sudah diatas puluhan.

Tewasnya para saksi mata tersebut mirip dengan peristiwa saat John F Kennedy dibunuh. Semua saksi di tempat kejadian tewas secara misterius akibar kecelakaan-kecelakaan dan bunuh diri, tidak ada yang tewas karena tua atau bersifat alami.

Begitu pula dengan saksi-saksi mata peristiwa September 9/11 ini, semua saksi tewas karena kecelakaan hingga bunuh diri (lihat video)

Pesawat bin Laden Boleh Terbang

Pada tanggal 19 September 2001, setidaknya 26 orang penumpang, kebanyakan diantaranya merupakan keluarga bin Laden, terbang meninggalkan Orlando dengan menumpang pesawat internasional Ryan International Airlines nomor penerbangan 441 untuk meninggalkan AS.

Padahal waktu itu akses penerbangan dari dan ke AS, hingga beberapa hari ke depan sangat dibatasi dan harus melalui persetujuan langsung dari pemerintah.

Bukti Hubungan Tragedi 9/11 dengan bin Laden Belum Cukup?

Pada tanggal 5 Juni 2006, Rex Tomb, kepala investigasi public untuk FBI mengatakan kepada wartawan bahwa bin Laden masih belum secara resmi dikenaan dakwaan dan tuntutan sehubungan dengan peristiwa 9/11.

Nah, kenapa bisa begitu?  Karena FBI beralasan, masih belum menemukan bukti yang bisa menghubungkan bin Laden dengan peristiwa 9/11.

Fakta Kaitan bin Laden Dengan George Bush

Selain itu, terdapat fakta yang mengaitkan keluarga bin Laden dengan George Bush senior, dan juga George W. Bush Junior dengan dana Miliaran dollar AS.

Tahun 1979, George W. Bush mendirikan perusahaan Arbusto. James Bath menyumbangkan dana $50.000 dengan imbalan 5 persen saham perusahaan.

Bath merupakan satu-satunya perwakilan dagang Salim Bin Laden, saudara laki-laki Usamah bin Laden, di AS. Setelah terjadi peristiwa 11 September, Bush menyangkal pernah mengenal Bath namun mengakui kesepakatan bisnis antara mereka.


Pada tahun 1981-1989, Bush senior menjabat wakil presiden, pada tahun 1986, George W. Bush, menggabungkan perusahaan penghasil energi Arbusto dengan Harken Energy Corp. Sheik Saudi, Abdullah Taha Bakhsh kemudian membeli 17,6 persen saham perusahaan.

Sheikh Saudi tersebut memiliki hubungan dengan Khalid bin Mahfouz, yang mewarisi usaha Salim bin Ladin ketika dia meninggal pada tahun 1988. Dilihat dari berbagai sudut pandang, keluarga Bush memiliki ikatan dengan keluarga Bin Laden, mereka saling memberikan dana, hal tersebut membuat George W. Bush secara tidak langsung mendanai Usamah Bin Laden.

Bin Laden Pernah Dirawat di Rumah Sakit Dan Bertemu CIA

Dilaporkan pula bahwa pada tahun 1999, ada transfer sejumlah uang sebesar $3 juta kepada Usamah bi Laden.

Usamah bin Laden tengah dirawat di sebuah rumah sakit (gambar illustrasi)

Satu fakta lain yang mengaitkan Usamah dengan Bush, ketika Usamah bin Laden tengah dirawat di sebuah rumah sakit di Dubai, dia dikunjungi oleh agen CIA.

Dua bulan sebelum kejadian tanggal 11 September, Usamah bin Laden terbang ke Dubai selama 10 hari untuk melakukan perawatan atas penyakit ginjal di sebuah rumah sakit milik Amerika.

Saat itu, dia menerima kunjungan dari agen CIA setempat. Setelah itu, Usamah bin Laden dengan bebas dapat meninggalkan Dubai.

Usamah bin Laden Telah Meninggal Sebelumnya

Terdapat juga sejumlah isu yang mengabarkan bahwa Usamah bin Laden telah meninggal, harian Perancis Lest Republicain mengutip pernyataan badan intelijen luar negeri Perancis mengklaim bahwa Usamah telah meninggal dunia karena sakit tifus di Pakistan pada bulan Agustus 2008.

Sebuah sumber Saudi juga mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui Usamah bin Laden tengah sakit dan kemungkinan telah meninggal. Usamah diisukan menderita gagal ginjal dan mendapat perawatan cuci darah.

Sebenarnya, masih banyak beberapa bukti lain yang menguatkan bahwa tragedi 9/11 adalah hasil rekayasa. Namun kebanyakan adalah bukti-bukti sekunder dan tertier.

Tapi suatu saat kami akan mencantumkan dengan bukti foto atau video ke dalam artikel ini di kemudian hari. (dn/suaramedia/berbagai sumber)

 



Pesawat kedua saat menabrak WTC. Konspirasi ini hingga membuat beberapa peneliti dan ahli audio visual menyatakan bahwa pesawat tidak asli alias menggunakan teknologi holographic 3D tiga dimensi, terlihat sayap kiri pesawat menghilang sesaat sebelum menabrak gedung. Para ahli menyatakan pula bahwa dari rekaman video ini, terbukti bahwa teknologi hologram yang digunakan belum sempurna.

THE BEST VIDEOS EVER ABOUT TRAGEDY 9/11 /2001:

Ilmu Arsitek & Teknik – Runtuhnya WTC-7 Collaps by Controlled Demolition

1 komentar:

  1. nice info
    kunjungi blog ane gan
    http://fianrizaldi.blogspot.com/2013/03/misteri-tragedi-wtc-11-september-2001.html

    BalasHapus