Rabu, 31 Oktober 2012

........Menurut Ketua BPK, Hadi Poernomo, tidak munculnya nama Menpora Andi dalam laporan audit BPK sebelumnya per 1 Oktober 2012 (yang beredar kemarin) dikarenakan memang dalam prosesnya belum ditemukan adanya keterlibatan politikus Demokrat tersebut...???!!..>>......Orang-orang yang Terlibat Proyek Hambalang Menurut BPK....>>..."Indikasi penyimpangan dan penyalahgunaan kewenangan dilakukan karena adanya kelalaian atau kesengajaan pihak tertentu,"ujar Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo di Gedung Parlemen Jakarta, Rabu (31/10)....>> DAPATKAH DITELUSURI DAN DIBUKTIKAN KEPADA SIAPA SAJAUANG TERSEBUT MENGALIR DAN MENJADI MUARANYA...???!!!.....>>> TENTUNYA BILA MEMANG ITU ADA DALAM POLA DAN RENCANA YANG SUDAH DIATUR.... PASTINYA ADA BAGIAN-BAIAN TERTENTU UNTUK SIAPA DAN KEPENTINGAN APA....??!! >>>



Inilah Orang-orang yang Terlibat Proyek Hambalang Menurut BPK

Rabu, 31 Oktober 2012, 20:02 WIB
http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/12/10/31/mcrdkr-inilah-orangorang-yang-terlibat-proyek-hambalang-menurut-bpk

Inilah Orang-orang yang Terlibat Proyek Hambalang Menurut BPK
Gedung BPK di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  --  
 
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah menyampaikan hasil pemeriksaan laporan audit investigatif proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang pada DPR hari ini, Rabu (31/10). Dalam laporan tersebut terdapat nama Menpora Andi Mallarangeng yang menghilang sebelumnya.

Menurut Ketua BPK, Hadi Poernomo, tidak munculnya nama Menpora Andi dalam laporan audit BPK sebelumnya per 1 Oktober 2012 (yang beredar kemarin) dikarenakan memang dalam prosesnya belum ditemukan adanya keterlibatan politikus Demokrat tersebut.

Namun, dengan terus berjalannya audit maka laporan posisi per 30 Oktober ini menemukan adanya keterlibatan Andi. "Laporan pada tanggal 1 oktober posisi laporan memang sampai situ, kalau sekarang ada karena tahapan penyelidikan sudah ke sana," ujarnya di Gedung Parlemen Jakarta, Rabu (31/10).

Dalam dokumen laporan pemeriksaan investigatif BPK ini juga melibatkan banyak pihak lainnya, seperti Menteri Keuangan Agus Martowardojo.

Hadi menegaskan, tidak ada intervensi dari manapun atau siapapun dalam proses pemeriksaan audit investigatif dan penyusunan hasil pemeriksaan ini seperti berita yang selama ini beredar. "Tidak ada intervensi, ini terbukti dengan kita lengkap hadir semuanya sekarang. Semua berjalan biasa," kata Hadi.

Berikut pihak-pihak yang diduga terkait selengkapnya yang tercantum dalam laporan audit tersebut antara lain,


1. Dalam Proses Pemberian Izin
- Rachmat Yasin (bupati Bogor)
- Syariah Sofiah (kepala badan perizinan Terpadu Kabupaten Bogor)
- Burhanudin (kepala Dinas Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Bogor)
- Achmad A Ardiwinata (PPK kegiatan studi amdal tahun 2007)
- Yani Hassan (Kepala Dinas Tata Bangunan dan Permukiman Kabupaten Bogor)

2. Dalam Proses Pensertifikatan Tanah
- Joyo Winoto (Kepala Badan Pertanahan Nasional/BPN)
- Managam Manurung (Sestama dan Plt Deputi II BPN)
- Binsar Simbolon (Direktur Pengaturan dan Pengadaan Tanah Pemerintah BPN)
- Erna Widayati (Staf Pengolah Data Deputi II BPN)
- Luki Ambar Winarti (Kepala Bagian Persuratan BPN)

3. Dalam Proses Persetujuan Kontrak Tahun Jamak
- Wafid Muharam (Sekretaris Kemenpora)
- Dedy Kusdinar (Kabiro Perecanaan Kemenpora dan Pejabat Pembuat Komitmen)
- Agus DW Martowardojo (Menteri Keuangan)
- Anny Ratnawati (Dirjen Anggaran Kemenkeu)
- Mulia P Nasution (Sekjen Kemenkeu)
- Dewi Pudjiastuti Handayani (Direktur Anggaran II Kemenkeu)
- Sudarto (Kasubdit II E Ditjen Anggaran Kemenkeu)
- Rudi Hermawan (Kasie II E-4 Ditjen Anggaran Kemenkeu)
- Ahmad Maliq (Staf Seksi II E-4 Ditjen Anggaran Kemenkeu)
- Guratno Hartono (Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan Kementerian PU)
- Dedi Permadi (Pengelola Teknis Kementerian PU)

4. Dalam Proses Pemilihan Rekanan
- Andi Mallarangeng (Menpora)
- Wafid Muharam (Sekretaris Kemenpora)
- Wisler Manalu (Ketua Panitia Pengadaan Kemenpora)
- Jaelani (anggota Panitia Pengadaan Kemenpora)
- Bambang Siswanto (Sekretaris Panitia Pengadaan Kemenpora)
- Rio Wilarso (Staf Biro Perencanaan Kemenpora)
- M Arifin (Komisaris PT Metaphora Solusi Global/MSG)
- Asep Wibowo (Manajer Marketing PT MSG)
- Husni Al Huda (staf PT Yodya Karya)
- Aman Santoso (Direktur PT Ciriajasa Cipta Mandiri/CCM)
- Mulyatno (Manajer Pemasaran PT CCM)
- Aditya Gautama (staf PT CCM)
- Rudi Hamarul (staf PT CCM)
- RM Suhartono (staf PT CCM)
- Yusuf Sholikin (staf PT CCM)
- Malemteta Ginting (Staf PT CCM sekaligus Team Leader Manajemen Konstruksi)
- Teguh Suhanta (staf PT Adhi Karya)
- Arif Taufiqurrahman
- Kushadi (staf PT Adhi Karya)

5. Dalam Proses Pencairan Uang Muka
- R Isnanta (Kabag Keuangan Kemenpora)
- Teuku Bagus Muh Nur (Kepala DK-1 PT Adhi Karya sekaligus Kuasa KSO Adhi-Wika)
- Machfud Suroso (Dirut PT Dutasari Citralaras)

6. Dalam Proses Pelaksanaan Pembangunan Konstruksi
- R Isnanta dkk (Panitia Pemeriksa/Penerima Pengadaan Barang/Jasa Pada Pembangunan Lanjutan P3SON Hambalang)
- Teuku Bagus Muh Nur (Kepala DK-I PT Adhi Karya sekaligus Kuasa KSO Adhi-Wika)
- Machfud Suroso (Dirut PT Dutasari Citralaras)

Ini Rincian Proyek Hambalang yang Rugikan Negara Rp 244 M

Rabu, 31 Oktober 2012, 17:15 WIB
http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/12/10/31/mcr5th-ini-rincian-proyek-hambalang-yang-rugikan-negara-rp-244-m



Ini Rincian Proyek Hambalang yang Rugikan Negara Rp 244 M
Bangunan proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (30/5). (Edwin Dwi Putranto/Republika)


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Proyek P3SON Hambalang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp243,66 milyar per 30 Oktober 2012. Kerugian itu dikarenakan penyalahgunaan kewenangan.
"Indikasi penyimpangan dan penyalahgunaan kewenangan dilakukan karena adanya kelalaian atau kesengajaan pihak tertentu,"ujar Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo di Gedung Parlemen Jakarta, Rabu (31/10).

Kerugian negara atas proyek pembangunan hambalang ini kata dia dengan penjelasan sebagai berikut,

1. Sebesar Rp116,930 miliar yaitu merupakan selisih pembayaran uang muka yang telah dilaksanakan (Rp189,450 miliar) dikurangi dengan pengembalian uang muka pada saat pembayaran termjin pada tahun 2010 dan 2011 (Rp72,250 miliar)

2. Sebesar Rp126,734 miliar yang merupakan pemahalan harga pada pelaksanaan konstruksi yang terdiri dari,

a. Mekanikal Elektrikal (ME) sebesar Rp75,724 miliar
b. Pekerjaan struktur sebesar Rp51,010 miliar

Indikasi kerugian ini diperoleh dengan cara membandingkan jumlah dana yang dikeluarkan oleh Kemenpora dengan nilai pekerjaan sebenarnya (real-cost), "Ini berdasarkan bandingan jumlah dana yang dikerjakan sub kontraktor yang dihitung secara uji petik"kata Hadi.

Dia menyatakan bahwa hasil kerugian ini adalah fakta berdasarkan hasil temuan dalam laporan audit investigasi Hambalang. Meskipun, imbuhnya, besar kerugian tersebut tidak sama dengan apa yang dikatakan KPK.

"Hasil audit berdasrkan fakta. Tidak ada yang alot, semuanya lancar. Ini adalah laporan yang benar. Lagi pula, BPK adalah auditor dan KPK investigaror," ungkap Hadi.
Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Reporter: Aghia Khumaesi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar