Minggu, 24 April 2011

Presiden Afghanistan, Hamid Karzai telah menolak untuk menerima rencana baru pendirian pangkalan militer AS permanen di Afghanistan, Menteri Dalam Negeri mengatakan. >>>Hanya Bayar $1, Pastur Anti-Islam Melenggang Bebas....Seorang hakim pada Jum'at mengirim dua pastur Florida ke penjara karena menolak memposkan sebuah jaminan $1 dan melarang mereka untuk mengunjungi sebuah Masjid Dearborn atau semua properti yang ada di dekatnya selama tiga tahun kecuali kepemimpinan Masjid tersebut mengatakan sebaliknya. Setelah sebuah masa yang pendek di dalam penjara, mereka melenggang pergi dengan masing-masing jaminan $1. Perkembangan yang mengejutkan datang setelah seorang juri Dearborn berpihak pada jaksa, memutuskan bahwa Terry Jones dan Wayne Sapp akan melanggar perdamaian jika mereka protes di Pusat Islm Amerika di Dearborn.>>> Janganlah heran dinegara Liberal Bar-bar... Kebenaran itu sangat relatif.... Dan ini sekarang sedang diagung-agungkan dinegeri ... Penganut Demokrasi ala Liberal Bar-bar... Banyak yang sangat terpesona dengan kekayaan materialistik yang hebat... tapi nilai2 moralnya... hancurnya...>>> Inilah pujaan dan pujian para pemuja Demokrasi ala Liberal Bar-bar... >>> Umat Islam harus menjadi tiang yang kokoh dalam melaksanakan Ajaran Allah SWT... Tegakan syariah... yang berdasarkan Al Qur'an " kalamullah" dan Sunnah Rasulullah SAW... Bangkit dan bersatulah wahai muslimin... untuk Kejayaan dan Kemakmuran serta Keadilan bagi bangsa dan rakyat Indonesia.. serta umat Islam dunia... Amin...

Berubah Pikiran, Karzai Tolak Rencana Baru AS

KABUL (Berita SuaraMedia) - Presiden Afghanistan, Hamid Karzai telah menolak untuk menerima rencana baru pendirian pangkalan militer AS permanen di Afghanistan, Menteri Dalam Negeri mengatakan.
Setelah DPR Afghanistan memanggil pejabat keamanan untuk memberikan penjelasan singkat akan situasi keamanan yang memburuk dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa pekan terakhir. Menteri Dalam Negeri dan Wakil Menteri Pertahanan muncul di hadapan anggota parlemen untuk menjawab beberapa pertanyaan keamanan.
Berbicara dalam pelaksanaan urusan keamanan dalam negeri parlemen, Menteri Dalam Negeri Bismellah Mohammadi mengatakan, saat ini fokusnya lebih pada kemitraan strategis antara Kabul dan Washington.
"Tidak ada yang menerima diskusi tentang pangkalan militer AS permanen dan pemerintah juga menolaknya," kata Menteri Dalam Negeri Bismellah Mohammadi.
Pada saat briefing Wakil Menteri Pertahanan Enayatullah Nazari mengatakan lebih dari 1.820 kelompok pemberontak yang beroperasi di Afghanistan terkait dengan jaringan pemberontak yang lebih besar.
Ketika ditanya tentang penyerang pada kementerian pertahanan, Nazari mengatakan "satu hal yang jelas bagi kita adalah bahwa penyerang tidak bisa masuk ke dalam pelayanan tanpa memiliki koneksi di dalam pelayanan."
Minggu lalu, bangunan utama kementerian pertahanan Afghanistan diserang oleh seorang calon pembom yang ditembak mati sebelum meledakkan rompi eksplosifnya.
Dua tentara tentara Afghanistan bersama dengan seorang perwira ANA tewas dalam insiden itu.
Sekali lagi Menteri Dalam Negeri menekankan bahwa menyelesaikan tantangan keamanan tidak akan berhenti  jika surga aman pemberontak di luar perbatasan Afghanistan tidak dibongkar.
Ini bertentangan dengan penyataan Karzai Februari lalu ketika ia menegaskan bahwa Amerika Serikat ingin mendirikan pangkalan permanen di Afghanistan untuk menargetkan al-Qaeda dan tempat persembunyian Taliban di wilayah tersebut.
Berpidato dalam sebuah konferensi pers di istana presiden yang dibentengi, Karzai mengatakan bahwa pemerintahannya sedang bernegosiasi dengan para pejabat AS atas rincian hukum dan perjanjian strategis.
"Kami percaya bahwa hubungan jangka panjang dengan Amerika Serikat adalah demi kepentingan Afghanistan," kata Karzai. Dia mengatakan dia berharap untuk hubungan 'yang membawa keamanan ke Afghanistan, yang membawa kemakmuran ekonomi untuk Afghanistan dan mengakhiri kekerasan."
Dia tidak memberikan tanggal untuk menyelesaikan kesepakatan itu, tetapi mengatakan apapun kemitraan jangka panjang tersebut, itu tetap akan perlu disetujui oleh parlemen dan Loya Jirga, majelis pemimpin suku tradisional.
Dia juga menekankan bahwa setiap pangkalan  jangka panjang AS tidak akan 'digunakan sebagai pangkalan untuk melawan negara-negara lain dan bahwa Afghanistan bukanlah tempat dari mana negara-negara tetangga kita bisa terancam."
Akan tetapi sebelumnya, utusan khusus Washington ke Afghanistan Frank Ruggiero menegaskan selama kunjungan pertamanya ke Kabul pada Januari lalu, menolak laporan bahwa AS berusaha untuk membangun pangkalan militer di Afghanistan.
"Amerika Serikat memiliki komitmen jangka panjang untuk Afghanistan, namun tidak mempunyai rencana untuk memiliki pangkalan permanen di sini," kata Ruggiero.
Ruggiero yang menggantikan Richard Holbrooke setelah kematiannya pada bulan Desember 2010.
Presiden Barack Obama telah berbicara tentang kehadiran pasukan di Afghanistan untuk jangka waktu yang sangat lama tetapi tidak merinci apa yang akan menyusul rencana tersebut.
Meskipun janji sebelumnya oleh Obama untuk penarikan besar tentara dari negara yang dilanda perang tersebut pada bulan Juli 2011, para pejabat Amerika baru-baru ini mengumumkan bahwa tentara AS akan tetap berada di Afghanistan selama setidaknya empat tahun ke depan.
Para analis mengatakan AS sedang mencari alasan untuk memperluas operasi militer di daerah bermasalah di Asia Selatan dan Tengah untuk mengamankan pangkalan dekat Rusia dan China.
NATO telah mengakui adanya peningkatan kekuasaan militan di Afghanistan meskipun bertumbuhnya kehadiran pasukan pimpinan Amerika di negara itu, yang saat ini berjumlah 150.000 personil. (iw/tn/ptv) www.suaramedia.com

Hanya Bayar $1, Pastur Anti-Islam Melenggang Bebas

 
MICHIGAN (Berita SuaraMedia) – Seorang hakim pada Jum'at mengirim dua pastur Florida ke penjara karena menolak memposkan sebuah jaminan $1 dan melarang mereka untuk mengunjungi sebuah Masjid Dearborn atau semua properti yang ada di dekatnya selama tiga tahun kecuali kepemimpinan Masjid tersebut mengatakan sebaliknya. Setelah sebuah masa yang pendek di dalam penjara, mereka melenggang pergi dengan masing-masing jaminan $1.
Perkembangan yang mengejutkan datang setelah seorang juri Dearborn berpihak pada jaksa, memutuskan bahwa Terry Jones dan Wayne Sapp akan melanggar perdamaian jika mereka protes di Pusat Islm Amerika di Dearborn. Banyak kritik mengecam keputusan untuk memenjarakan mereka, proses pengadilan, dan jaksa Provinsi Wayne, mengatakan bahwa mereka melanggar hak Konstitusional kedua pria tersebut.
Para jaksa meminta Hakim Mark Somers untuk uang jaminan $45.000. Somers kemudian merancang jaminan $1 pada masing-masing pastur tersebut. Mereka menolak untuk membayar. Dan Somers memerintahkan mereka untuk dikembalikan ke penjara.
Keributan pecah di luar pengadilan ketika faksi yang menentang berteriak satu sama lain. Jones dan Sapp dibawa keluar pengadilan oleh kepolisian Dearborn. Yang membuat para pendukung Jones tercengang, mengingat bahwa ia bahkan belum berusaha untuk pergi ke Masjid tersebut.
Pada hari Jum'at, dua pastur tersebut memberikan uang jaminan $1 mereka dan meninggalkan penjara, menurut Walikota Dearborn Jack O'Reilly, Jr.
"Saya lega bahwa tidak ada yang terluka," ujar O'Reilly. "Saya merasa khawatir tentang keselamatan Jones sama seperti kebanyakan orang lain."
Namun para pakar dan pengacara hak sipil mengatakan bahwa para jaksa Provinsi Wayne dan otoritas Dearborn bertindak dengan tidak layak.
Robert Sedler, seorang profesor konstitusional di negara bagian Wayne, mengatakan bahwa persidangan tersebut "aneh".
"Hakim seharusnya telah menyingkirkan kasus tersebut," Sedler mengatakan. ACLU Michigan juga dengan kuat mengkritisi kasus tersebut.
"Ini adalah sebuah penyalahgunaan proses pengadilan, dan semua yang terlibat seharusnya merasa malu," ujar Rana Elmir dari kantor ACLU Michigan. "Kantor jaksa dan pengadilan Dearborn mengubah Amandemen Pertama di kepalanya. Apa yang terjadi hari ini seharunya tidak pernah terjadi."
Elmir, Sedler dan bahkan para pemimpin Muslim mengatakan bahwa tindakan jaksa telah bermain benar tentang tangan Jones yang memeberinya sebuah mimbar dan pendukungnya sebuah alasan menyerang Dearborn yang komunitas Muslimnya menarik Jones ke sini.
"Terdapat sebuah kesalahan pelaksanaan keadilan," Elmir mengatakan "Pendeta Jones tidak melakukan kejahatan apapun. Ia seharusnya tidak pernah menghadapi masa tahanan untuk pidatonya yang dilindungi."
Sedler mengatakan "keseluruhan hal tersebut tidak konstitusional," menyebutkan kasus Mahkamah Agung AS yang akan mendukung hak Jones untuk protes.
Sebelumnya, dalam argumen penutupan, asisten jaksa Provinsi Wayne, Robert Moran mengatakan bahwa kedua pastur tersebut akan mengganggu perdamaian jika mereka diperbolehkan untuk protes hari ini di Pusat Islam Amerika di Dearborn.
Jones dan Sapp berpendapat bahwa hak mereka dilindungi di bawah Amandemen Pertama. "Itu yang membuat Amerika hebat," Sapp mengatakan. "Kami berhak atas pendapat kami."
"Kami melakukannya hari ini pada pukul 5 atau kami akan kembali pekan depan."
Sebelumnya setelah sebuah perdebatan intens di pengadilan atas kebebasan berbicara dan beragama, Pastur Terry Jones mengatakan bahwa ia tidak mundur dari rencananya untuk protes di Pusat Islam Amerika di Dearborn.
Pimpinan Kepolisian Dearborn, Ronald Haddad bersaksi bahwa telah ada sedikitnya empat ancaman serius yang dibuat terhadap Jones dari para penduduk Detroit, berpendapat bahwa protesnya dapat menuntun pada kekerasan jika diperbolehkan.
Namun Jones mengatakan kepada kantor berita Free Press selama istirahat siang: "Kami akan melakukannya pada pukul lima atau kami akan kembali pekan depan."
Berbicara di sebuah resotoran McDonald di seberang jalan gedung pengadilan, Jones – yang membela dirinya sendiri – mengatakan bahwa ia berpikir proses tersebut berjalan dengan baik dan ia mengatakan bahwa kasus pemerintah lemah.
Ketika ia berbcara, seseorang berkendara di Michigan Avenue berteriak "Keluar dari Dearborn, kau teroris!"
Jones menghadapi sebuah persidangan juri pada apakah ia seharusnya diperbolehkan untuk protes di luar Pusat Islam Amerika di Dearborn.
Pernyataan terbuka Jaksa Provinsi Wayne Robert Moran dan Pastur Terry Jones memberikan pandangan yang berselisih ketika kduanya bergulat dengan masalah agama dan kebebesan berbicara pengadilan menarik kedua pendukung dan penentang, Kristen dan Muslim. ACLU Michigan juga ada di sana untuk mengawasi kasus tersebut karena kelompok tersebut merasa khawatir bahwa hak kebebasan berbicara Jones dilanggar oleh Provinsi Wayne dan Kepolisian Dearborn.
Jones di pengadilan bersama dengan Pastur Wayne Sapp, yang dikenal membakar salinan Al-Qur'an atas perintah Jones.
Di dalam pernyataan terbuka, Jones mengulangi komentar-komentar negatif tentang Islam yang ia buat bulan lalu ketika ia mengawasi pembakaran AL-Qur’an di Florida. Ia mengatakan di pengadilan bahwa Al-Qur’an "mempromosikan aktivitas teroris di seluruh dunia."
Ia juga dengan kuat membela Konstitusi AS.
"Satu hak yang membuat Konstitusi tersebut hebat adalah Amandemen Pertama," Jones mengatakan kepada juri.
Kecuali untuk Alkitab, Konstitusi tersebut adalah dokumen terhebat di dalam sejarah, Jones mengatakan.
"Amandemen pertama tidak berfungsi dengan baik jika membatasi kita untuk mengatakan apa yang sedang populer," ia menambahkan.
Moran mengatakan dalam pernyataan pembukaannya bahwa ini adalah sebuah masalah keamanan dan pelanggaran perdamaian.
Jika juri memihak para jaksa, hakim, Mark Somers, akan merancang sebuah jaminan dan peraturannya. Jika Jones memutuskan untuk tidak memenuhi persyaratan uang jaminan tersebut, ia dapat dipenjara, kata seorang pejabat pengadilan. (ppt/dfp) www.suaramedia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar